Jerawat Muncul lagi? Kok bisa?

Capek banget ngga sih nungguin Jakarta nyala listriknya, belum lagi traffic light juga ikutan
mati jadi aja jalanan makan makin macet. Numpuknya kendaraaan di jalan membuat
wajah kita makin intens terserang polusi belum lagi suka lupa atau malas membersihkan
wajah, yang terjadi akhirnya timbul jerawat deh di muka kita. Jerawat adalah suatu
keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang
meradang. Namun, kalian tahu ngga sih apa saja yang bisa menyebabkan timbulnya
jerawat? Jerawat timbul biasanya disebabkan oleh empat kondisi, yaitu:

1. Produksi sebum/kelenjar minyak yang berlebih.
2. Terjadinya sumbatan pada folikel rambut
3. Peradangan folikel rambut karena adanya bakteri yang tersumbat
4. Terjadi peningkatan hormon androgen yang berlebih

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang mengalami jerawat, diantaranya:

  1. Perubahan hormon
    Sekitar 80% kasus jerawat pada wanita terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu, misalnya menjelang menstruasi, tiga bulan pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS atau sindrom ovarium polikistik yang merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yangberada di usia subur.
  2.  Masa pubertas Pada masa pubertas, aktivitas hormon testosteron akan meningkat. Akibatnya kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak dari
    yang dibutuhkan kulit.
  3. Keturunan.
    Seseorang dari keluarga yang bermasalah dengan jerawat lebih berisiko mengalami jerawat. Meski demikian, faktor genetik tidak 100 persen menjadi penentu Anda berjerawat atau tidak. Faktor genetik akan menyatu dengan faktor lingkungan dan menyebabkan kulit berjerawat
  4. Gesekan kulit dengan benda,
    Seringkali jerawat muncul karena kulit menempel dengan benda-benda yang tidak higienis. Contohnya jerawat di wajah akibat terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian baju yang terlalu ketat di bagian kerah, atau jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
  5. Stres.
    Sel-sel kulit memiliki reseptor atas hormon stres. Reseptor tersebut akan bereaksi saat terbentuknya sebum. Sebum sendiri adalah substansi yang merupakan kumpulan bakteri yang menutup pori, sel kulit mati, serta debu dan kotoran. Ketika sebum menyumbat pori, maka terbentuklah jerawat serta komedo. Sebum dan minyak di kulit akan diproduksi lebih banyak ketika seseorang dalam masa stres. Ini yang jadi sebab jerawat semakin banyak muncul dikulit.
  6.  Konsumsi obat-obatan,
    Obat anti inflamasi atau steroid khususnya yang memiliki potensi tinggi seperti dexamethasone dapat menyebabkan reaksi alergi yang menyerupai jerawat atau dikenal drug-induced acne. Selain itu penggunaan litium, kortikosteroid, atau obat antikejang.
  7.  Penggunaan kosmetik.
    Umumnya wanita sangat ingin mempercantik dirinya, salah satunya dengan menggunakan kosmetik di wajah. Penggunaan kosmetik seringkali meningkatkan produksi kelenjar minyak. Kelebihan produksi minyak dapat menyebabkan tersumbatnya pori-pori di wajah yang dapat menyebabkan peradangan. Contohnya penggunaan bb cream, cc cream, dan foundation.
  8.  Merokok.
    Baik perokok aktif maupun pasif ternyata bisa terkena efek negatif dari asap rokok. Asap rokok dapat menyebabkan jerawat dan komedo. Menghambat pori-pori, kotoran dan debu tinggal di dalamnya dan kulit sulit bernafas. Kulit juga kehilangan kelembaban akibat sering terpapar asap rokok.

 

Please follow and like us:
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp chat