Microneedling adalah prosedur minimal invasif yang sudah populer sejak tahun 1990-an, dan saat ini sudah umum dilakukan dalam dunia kesehatan kulit dan estetika. Prosedur ini menggunakan jarum berukuran mikro untuk membuat tusukan-tusukan kecil pada lapisan atas permukaan kulit, yang kemudian merangsang proses penyembuhan alami dan produksi kolagen serta elastin, sehingga kulit menjadi lebih kencang, kenyal, dan halus.
Bagaimana Microneedling Bekerja?
Proses pembuatan luka mikro ini bergantung pada kedalaman jarum yang disesuaikan dengan ketebalan kulit dan permasalahan yang ingin ditangani. Pada bagian kulit yang lebih tipis seperti dahi dan area bawah mata, jarum tidak akan diatur terlalu dalam. Sedangkan untuk area yang lebih tebal seperti pipi, kedalaman jarum bisa disesuaikan lebih dalam.
Selain disesuaikan dengan area kulit, kedalaman jarum juga menyesuaikan kondisi permasalahan kulit. Proses microneedling untuk mengatasi bopeng bekas jerawat tentunya akan berbeda dengan microneedling yang bertujuan untuk meremajakan kulit secara umum.
Selama prosedur, serum yang diaplikasikan pada kulit juga dapat terserap lebih dalam dan lebih sempurna melalui saluran mikro yang terbentuk dari tusukan jarum.
Manfaat Microneedling untuk Kulit dan Rambut
Perawatan ini dikenal bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan kulit, di antaranya:
- Membantu regenerasi sel kulit.
- Mengurangi noda hitam dan hiperpigmentasi.
- Membantu menyamarkan tampilan pori-pori.
- Melembabkan dan mencerahkan kulit.
- Memperbaiki tekstur kulit dan bopeng bekas jerawat.
- Mengurangi kerutan halus.
- Memberikan efek kulit yang terlihat lebih awet muda.
Selain untuk kulit wajah, tindakan microneedling juga dapat dilakukan pada area kulit kepala, yang bertujuan untuk menstimulasi pertumbuhan rambut.
Jenis Serum yang Digunakan
Pemilihan serum disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing pasien, dan sebaiknya ditentukan melalui konsultasi dengan dokter sebelum tindakan. Serum yang dapat digunakan antara lain:
- Plasma darah (PRP) yang diambil dari darah pasien sendiri.
- Serum dengan growth factor seperti exosome dan secretome.
- Serum dengan bahan aktif seperti hyaluronic acid, tranexamic acid, vitamin C, dan lainnya.
Prosedur Microneedling di Klinik
Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum tindakan ini. Namun konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sangat disarankan agar pemilihan serum dapat dilakukan sesuai indikasi dan kebutuhan kulit, sehingga hasil yang didapat lebih optimal.
Prosedur microneedling biasanya berdurasi 1 hingga 1,5 jam dan dilakukan dengan langkah berikut:
- Pembersihan wajah.
- Pengolesan krim anestesi.
- Tindakan microneedling.
- Pengolesan pelembab dan sunscreen setelah tindakan.
Tersedia beberapa pilihan paket microneedling, yaitu Aesthetics PRP, Aesthetics Derma Light, Aesthetics Derma Premium, dan Baby Stem Healer. Dokter akan merekomendasikan paket yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulitmu saat konsultasi.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Setelah tindakan microneedling, terdapat beberapa reaksi yang mungkin terjadi untuk sementara, seperti:
- Kemerahan dan bengkak ringan.
- Memar.
- Kulit kering dan terasa kencang atau tertarik.
- Rasa panas dan sedikit terbakar setelah tindakan.
- Kulit sedikit mengelupas.
Sensasi-sensasi tersebut umumnya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 24 jam setelah tindakan.
Kapan Hasil Microneedling Terlihat?
Hasil dari microneedling akan terlihat dalam waktu 3 hingga 4 minggu, dan mungkin membutuhkan pengulangan setiap 1 bulan sekali, bergantung dengan kondisi kulit masing-masing pasien.
Yang Perlu Dihindari Setelah Tindakan
Berikut merupakan hal yang perlu dihindari kurang lebih 5 hingga 7 hari setelah tindakan microneedling:
- Paparan sinar matahari secara langsung, serta aktivitas seperti sauna dan berenang.
- Penggunaan makeup yang tebal.
- Penggunaan skincare berbahan aktif seperti AHA, BHA, retinol dan derivatnya — sebaiknya gunakan pelembab wajah, sunscreen, dan krim yang diresepkan dokter pasca tindakan seperti krim antibiotik terlebih dahulu.
Kontraindikasi Microneedling
Terdapat beberapa kondisi yang menjadi kontraindikasi untuk tindakan microneedling, yaitu:
- Ibu hamil.
- Riwayat rosacea dan kemerahan kronis.
- Riwayat jaringan parut atau luka yang sulit sembuh.
- Kondisi jerawat sedang hingga berat.
- Infeksi dan luka terbuka pada permukaan kulit.
- Sedang dalam pengobatan penyakit autoimun dan kemoterapi.
Kombinasi dengan Treatment Lain
Secara umum, prosedur microneedling merupakan prosedur yang aman dan efektif, dengan banyak manfaat seperti memperbaiki tekstur dan meremajakan kulit. Seiring dengan perkembangan dunia kesehatan dan kecantikan, prosedur ini juga dapat dikombinasikan dengan tindakan lain seperti peeling atau subsisi agar hasil dapat lebih maksimal.
Pemilihan alat, klinik, serum, dan dokter yang tepat dapat mendukung prosedur ini agar hasilnya lebih optimal dan sesuai ekspektasi.
Tertarik mencoba microneedling? Konsultasikan langsung dengan dokter aesthetic kami untuk mengetahui jenis treatment microneedling yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan ditulis berdasarkan pengetahuan medis dr. Lovira Ladieska, M.Sc. Informasi dalam artikel ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Kondisi kulit setiap individu berbeda, sehingga penanganan terbaik perlu disesuaikan melalui pemeriksaan langsung.

