Treatment Wajah

Mengapa Collagen Stimulator Seperti Sculptra Jadi Tren Anti-Aging Saat Ini?

Mengenal Sculptra, Treatment Berbasis PLLA untuk Hasil Anti-Aging yang Natural dan Tahan Lama

dr. Nisfu Laily Kurniawati
dr. Nisfu Laily Kurniawati1 hari yang lalu
Mengapa Collagen Stimulator Seperti Sculptra Jadi Tren Anti-Aging Saat Ini?
10
0
0
0

Treatment Wajah

Belakangan ini, semakin banyak orang yang beralih dari treatment kecantikan instan ke treatment yang bekerja "dari dalam", salah satunya collagen stimulator. Salah satu jenis collagen stimulator yang paling sering dibicarakan adalah Sculptra.

Berbeda dengan filler biasa yang langsung menambah volume begitu disuntikkan, Sculptra justru mengajak kulit untuk membangun kolagennya sendiri secara bertahap. Hasilnya memang tidak instan, tapi banyak orang menilai hasil akhirnya jauh lebih alami dan tahan lama.

Apa Itu Collagen Stimulator dan Sculptra?

Collagen stimulator adalah golongan treatment yang bekerja dengan cara merangsang tubuh memproduksi kolagen baru secara alami, bukan sekadar mengisi volume kulit dari luar. Sculptra adalah salah satu produk collagen stimulator yang berbahan dasar poly-L-lactic acid (PLLA), yaitu senyawa yang sudah lama digunakan dalam dunia medis, misalnya pada benang jahit yang bisa terurai sendiri di dalam tubuh.

Setelah disuntikkan ke lapisan kulit, partikel PLLA secara perlahan akan terurai dan merangsang sel-sel kulit untuk membentuk kolagen baru di sekitar area tersebut. Proses ini membuat struktur kulit perlahan menjadi lebih kuat, kencang, dan elastis dari dalam, bukan hanya tampak penuh secara sementara seperti efek filler pada umumnya.

Mengapa Collagen Stimulator Sedang Jadi Tren?

1. Mengatasi Penyebab Utama Penuaan, Bukan Hanya Tandanya

Mulai usia sekitar 25 tahun, produksi kolagen alami tubuh berangsur menurun setiap tahunnya. Akibatnya, kulit jadi lebih tipis, kehilangan elastisitas, garis halus mulai muncul, dan wajah terasa lebih kendur dibanding sebelumnya. Collagen stimulator seperti Sculptra membantu mengembalikan produksi kolagen ini, sehingga perbaikan yang terjadi datang dari dalam struktur kulit, bukan sekadar menutupi tandanya dari luar.

2. Hasil yang Terlihat Lebih Natural

Tren kecantikan saat ini memang mengarah pada tampilan yang segar dan tidak berlebihan. Sculptra tidak mengubah bentuk wajah secara drastis maupun instan, melainkan memperbaiki kualitas dan kepadatan kulit secara perlahan. Karena perubahannya bertahap, hasil akhirnya cenderung terlihat natural — orang di sekitar biasanya hanya menyadari wajah tampak lebih segar tanpa bisa menebak treatment apa yang dilakukan.

3. Efek yang Lebih Tahan Lama

Berbeda dengan treatment yang hasilnya instan namun cepat hilang, Sculptra bekerja dengan membangun fondasi kolagen baru di kulit. Karena kolagen ini bersifat bertahan dalam tubuh, hasilnya pun cenderung bertahan lebih lama, umumnya disebutkan bisa bertahan hingga sekitar dua tahun, jauh lebih lama dibanding banyak filler konvensional.

4. Memperbaiki Elastisitas dan Tekstur Kulit Secara Menyeluruh

Selain membantu mengurangi tampilan keriput dan kekenduran, Sculptra juga dapat memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan, meningkatkan elastisitas, membuat kulit tampak lebih kenyal dan memberikan efek glowing yang sehat dari dalam.

5. Cocok untuk Pencegahan Maupun Perbaikan Tanda Penuaan

Collagen stimulator dapat digunakan baik oleh orang yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, maupun sebagai langkah preventif bagi yang ingin menjaga kualitas kulit sejak dini, sebelum tanda penuaan benar-benar terlihat.

Bagaimana Prosedur Sculptra Dilakukan?

Sculptra disuntikkan ke lapisan kulit tertentu menggunakan jarum halus, biasanya di area pipi, pelipis, garis senyum (nasolabial fold), atau rahang — yaitu area yang umum mengalami kehilangan volume akibat penuaan. Sebelum prosedur, dokter biasanya memberikan anestesi topikal agar proses lebih nyaman. Karena hasilnya bertahap, umumnya dibutuhkan rangkaian sesi, bukan hanya sekali suntik, untuk mencapai hasil yang optimal.

Berapa Kali Sesi yang Dibutuhkan?

Pada umumnya, Sculptra diberikan dalam rangkaian 2 hingga 3 sesi dengan jarak sekitar 4 hingga 6 minggu antar sesi. Jumlah sesi dan banyaknya produk yang dibutuhkan bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung tingkat kehilangan volume, usia, dan tujuan yang ingin dicapai, sehingga sebaiknya ditentukan langsung oleh dokter setelah konsultasi.

Kapan Hasilnya Mulai Terlihat?

Karena Sculptra bekerja dengan merangsang pembentukan kolagen baru, hasilnya tidak langsung terlihat seperti filler instan. Perubahan biasanya baru mulai terasa dalam beberapa minggu, dan hasil yang lebih maksimal umumnya terlihat dalam 3 hingga 6 bulan setelah sesi pertama, seiring proses pembentukan kolagen yang terus berlangsung.

Efek Samping yang Perlu Diketahui

Seperti prosedur injeksi lainnya, Sculptra memiliki efek samping yang umumnya ringan dan sementara, seperti:

  • Kemerahan, bengkak, atau memar di area suntikan.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman ringan.
  • Gatal di sekitar area yang disuntik.

Efek samping ini umumnya membaik dalam beberapa hari hingga sekitar dua minggu. Pada kasus yang lebih jarang terjadi, bisa muncul efek samping yang lebih perlu diperhatikan, seperti:

  • Benjolan kecil di bawah kulit (nodul atau granuloma) yang biasanya muncul beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah prosedur.
  • Infeksi pada area suntikan.
  • Reaksi alergi.
  • Perubahan warna kulit di area yang disuntik.

Risiko efek samping yang lebih serius umumnya sangat kecil apabila prosedur dilakukan oleh dokter yang terlatih dan berpengalaman, dengan teknik penyuntikan serta dilusi produk yang tepat.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Melakukan Sculptra?

Sculptra umumnya tidak disarankan atau perlu didiskusikan lebih dulu dengan dokter bagi orang dengan kondisi berikut:

  • Sedang mengalami infeksi atau peradangan aktif di area yang akan disuntik.
  • Memiliki penyakit autoimun atau gangguan jaringan ikat.
  • Memiliki riwayat keloid atau jaringan parut hipertrofik.
  • Memiliki gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan obat pengencer darah.
  • Sedang hamil atau menyusui, karena keamanannya belum diteliti secara khusus pada kondisi ini.
  • Berusia di bawah 18 tahun.

Konsultasi dengan dokter sebelum prosedur sangat penting agar riwayat kesehatan bisa dievaluasi dengan tepat.

Perawatan Setelah Prosedur (Aftercare)

Setelah disuntik, area yang dirawat biasanya perlu dipijat lembut secara rutin sesuai anjuran dokter, untuk membantu produk terdistribusi secara merata dan mengurangi risiko terbentuknya benjolan. Hindari juga paparan sinar matahari berlebihan, aktivitas berat, sauna, serta konsumsi alkohol selama beberapa hari pertama setelah prosedur agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Apakah Hasilnya Permanen?

Hasil dari Sculptra tidak permanen, namun cukup tahan lama, umumnya disebutkan dapat bertahan hingga sekitar dua tahun pada banyak pasien. Karena proses penuaan alami tetap berjalan, sebagian orang memilih melakukan sesi pemeliharaan setelah periode tertentu untuk menjaga hasil yang sudah didapat.

Treatment Sculptra di Klinik Kami

Bagi kamu yang tertarik mencoba collagen stimulator, kami menyediakan treatment Sculptra yang ditangani langsung oleh dokter berpengalaman, mulai dari konsultasi awal untuk menilai kondisi kulit dan kebutuhanmu, hingga proses penyuntikan yang dilakukan dengan teknik dan dosis yang disesuaikan secara personal.

Setiap pasien akan mendapat penjelasan menyeluruh mengenai jumlah sesi, area yang akan dirawat, serta perawatan setelah treatment agar hasil yang didapat optimal dan aman. Konsultasikan kebutuhanmu langsung dengan dokter aesthetic kami.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Kecocokan dan hasil treatment dapat berbeda pada setiap individu, sehingga evaluasi langsung oleh dokter tetap diperlukan sebelum menjalani prosedur ini.

0

Bagikan ke

WhatsAppTwitter / XFacebook
WhatsApp
WhatsApp Chat